 |
Main Menu
|
 |
 |
Welcome
|
 |
 |
Chatbox
|
 |
| | SITE KITA DAH JADI DOT COM | ALHAMDULILLAH SETELAH 2 TAHUN SITE BERANTAKAN AKHIRNYA KITA MENDAPATKAN JUGA SITE YANG LUMAYAN BAGUS MENJADI
WWW.BATAM1.COM
BAGI REKAN-REKAN SEMUANYA DIHARAPKAN PARTISIPASINYA UNTUK SITE KITA YANG BARU NANTINYA. | | Nomor Merah 0866 dan 0666 Terkuak Pelakunya | Batam Pos, Kamis 8 Mei 2008

Heboh nomor ponsel "menyantet" orang yang konon ada warga yang tewas akhirnya terkuak. Si pengirim ternyata bukan dukun santet atau dukun ilmu hitam, tapi hanya ABG yang iseng ingin mengerjai teman-temannya.
Dari penelusuran Batam Pos, Rabu (7/5) akhirnya terkuak siapa pelakunya yang pertama kali mengirimkan sms. Pengirimnya adalah ABG yang berasal dari Tanjung Uban Bintan, Kepri.
"Awalnya sms saya kirim untuk mengusili teman-teman saya" ucap ABG yang mengaku kepada Batam Pos, Rabu (7/5). ABG Perempuan yang namanya tidak mau disebutkan menerangkan, sms tadi dikirim saat dirinya tidak ada kegiatan sehingga dia terkenang dengan teman-temannya. Saat teringat teman-temannya, ia iseng mengirimkan sms dengan nada sedikit usil.
Adapun isi sms tadi yaitu meminta teman-temannya untuk berhati-hati jika menerima telp dari 0866 dengan tampilan warna merah dilayar ponsel. sebaiknya tidak diangkat karena bisa menyebabkan kematian.
Masih menurut sms tadi, di Jakarta disebutkan sudah ada korbannya yang meninggal dunia setelah menerima telp tsb. untuk meyakinkan teman-temannya tadi dia meminta untuk menyebarkan sms tsb. Ia tidak menyangka jika sms isengnya menyebar luas hingga ke luar kepri. untuk itu ia perlu meluruskan agar tidak meresahkan warga.
Selesai...... | | Bocah Tewas Tenggelam di Batang Balimbiang Tunggul Hitam | Tangis Emidawati (48) membuncah, ketika anaknya, Yoga (8) ditemukan telah kaku menjadi mayat. Jasad Yoga ditemukan tim penyelemat dalam kondisi kaku, karena dua jam tenggelam di Batang Balimbiang tak jauh dari jembatan Tunggul Hitam. Yoga —kembaran Yogi (8)— pergi untuk selamanya dengan cara yang naas. Siswa SDN 43 ini ditemukan pukul 14.30 WIB, oleh tim pencari yang terdiri dari aparat dan warga setempat. Ia tenggelam dua jam sebelum ditemukan, karena tak kuat berpegangan dengan teman dan kembarannya, sewaktu sedang mandi di Batang Balimbiang yang tampak tenang dari permukaan tersebut.
Pencarian kemarin, menyita perhatian warga dan pengendara yang lewat. Sehingga, kerumunan tidak bisa dihindari di TKP. Sesaat setelah diangkat kepermukaan, beberapa orang warga yang ikut mencari masih mencoba mengguncang-guncang tubuh korban dengan harapan korban hanya pingsan dan akan segera tersadar ketika merasakan guncangan. Namun, waktu dua jam tidak bisa membuat Yoga kuat bertahan di dalam air. Nyawa Yoga tidak dapat ditolong, hingga akhirnya jasad Yoga dibawa ke RS M Djamil Padang, untuk diambil visum et repertum.
Informasi yang dikumpulkan saat pencarian kemarin, korban tengah mandi-mandi bersama tiga orang teman. Mereka adalah Yogi, saudara kembarnya dan Adi. “Kami saling berpegangan bertiga di dalam sungai, tapi tiba-tiba pegangan Yoga terlepas, karena arus sungai sangat deras. Setelah itu Yoga tidak tampak lagi. Setelah itu, kami beritahukan kejadian ini kepada penghuni rumah di tepi sungai,” kata Adi yang juga teman satu kelas korban. Ia tampak sangat kehilangan sahabat sepermainan. Pemilik rumah yang mendapat laporan tersebut, langsung mengajak warga lain untuk mencari dan melaporkan ke Mapolsekta Nanggalo dan Mapolsekta Koto Tangah. Dua unit perahu karet dikerahkan aparat untuk mempermudah pencarian. Mereka menyelam dan menyisir Batang Balimbing hingga ke muara.
Anak Baik
Rita, ibu guru korban yang hadir menyaksikan evakuasi, menyebutkan korban termasuk anak baik di sekolah. Sebelum musibah itu terjadi tidak terlihat sesuatu yang ganjil dari perilaku korban. Sementara, warga lainnya yang sempat dimintakan informasi, mengungkapkan korban adalah anak kembar. “Berbeda nasib dengan kerabatnya, Yoga tewas tenggelam sementara kembarannya Yogi selamat begitu juga Adi,” kata warga yang enggan disebut namanya. Kapolsekta Koto Tangah AKP Indra Djunaidi menyebutkan, korban warga RT I/RW VI setelah dilakukan pemeriksaan medis di rumah sakit dibawa kembali ke rumah duka. “Kita ingatkan, agar keluarga tidak melepaskan bocah untuk main di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Ini pelajaran penting,” ujar Indra. Suasana duka di rumah korban sangat memilukan. Ibu korban terus mengelap kelopak matanya yang mulai sembab karena banyak berurai air mata. Begitu juga kembaran korban, Yogi. (rpg/dokterpecinta_m [Submitted by badrie21] | |
 |
Online
|
 |
|